Fakta Mengenai Habbatussauda

Fakta Mengenai Habbatussauda

Fakta Habbatussauda

Syifa Herbal Alami – Dalam beberapa tahun ini, tidak ada tanaman yang menarik perhatian sebagian besar manusia selain habbatussauda. Dari sekian banyak orang yang meyakini bahwa habbatussauda merupakan penyembuh untuk segala macam penyakit. Namun, sebaliknya ada saja beberapa orang yang sama sekali tidak mengakui manfaat dan kegunaan habbatussauda. Dan sebagian lainnya meyakini habbatussauda hanya dapat mengobati beberapa jenis penyakit saja.

 

Memang betul Rasulullah ﷺ pernah bersabda dalam suatu hadits yang telah diriwayatkan oleh Bukhori, “Di dalam habbatussauda terkandung penyembuh untuk setiap penyakit”.

Tetapi, pernyataan yang berada di dalam hadits ini,  seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dan para ulama lainnya, adalah sebuah bentuk kalimat umum yang digunakan sebagai makna khusus. Contoh lainnya dari pernyataan seperti itu adalah firman Allah yang menggambarkan angin adzab yang dikirim kepada kaum ‘Ad:

Maksudnya adalah angin tersebut menghancurkan manusia serta rumah-rumah, namun tidak menghancurkan gunung-gunung, sungai, matahari atau pun bulan.

Yang disayangkan, saat ini resep-resep minyak jintan hitam ekstrak habbatussauda kini telah beredar luas dan bebas di kalangan masyarakat Indonesia. Fakta bahwa penyakit apa pun selalu ditemukan obatnya dalam kandungan habbatussauda, dimanfaatkan oleh para pedagang yang menjual berbotol-botol minyak jintan hitam ekstrak habbatussauda dengan harga yang mahal, agar mendapat laba tanpa memperdulikan bahaya yang bisa menimpat penderita sakit tersebut. Sebetulnya ada banyak penelitian secara ilmiah yang sudah dipublikasikan dari tahun 2008 hingga saat ini mengenai habbatussauda. Namun, ditahun 2008 sebagian besar dari penelitian tersebut masih prematur, sebab

 pada tahun tersebut penelitian hanya dilakukan pada tikus lab dengan hasil yang menarik. Sehingga, sampai saat ini masih dilakukan berbagai penelitian lebih lanjut untuk memperkuat hasil-hasil penelitian sebelumnya dan mendapatkan berbagai kesimpulan yang lebih akurat dan terpercaya.

 

Penelitian Terkait Habbatussauda

Salah satu dari penelitian tersebut yang dilakukan pada tikus lab, yang mengindikasikan khasiat dari habbatussauda guna untuk mengurangi gejala-gejala alergi pada tikus lab. Hasil dari kajian ini telah dipublikasikan dalam salah satu majalah internasional yang terkenal yaitu: Annals of Allergy, di tahun 1993.

Adapun hasil penelitian lainnya yang sudah dipublikasikan oleh Majalah International Juournal of Pharmacology di tahun 1993, dimana jurnal tersebut menyatakan adanya khasiat dari ekstrak habbatussauda dalam upaya menurunkan kadar gula darah pada kelinci percobaan.

Sudah dipublikasikan juga beberapa penelitian ilmiah dalam beberapa majalah yang mendapat pengakuan internasional, terkait manfaat khasiat ekstrak habbatussauda untuk membunuh sejumlah bakteri di dalam tabung percobaan maupun di dalam tubuh hewan percobaan.

Sebuah penelitian yang mengisyaratkan bahwa habbatussauda mempunyai khasiat anti-kanker dan menguatkan sistem imunitas tubuh, sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus dan lainnya. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter bernama Dr. Ahmed El-Kady dan Dr. Osama Kandil di Amerika Serikat, yang menunjukan bahwa dengan mengonsumsi 1 gr habbatussauda sebanyak 2 kali sehari dapat meningkatkan aktivitas sistem imunitas (kekebalan) tubuh. Tetapi, penelitian ini baru dilakukan pada sedikit orang.

Rima Anis Musthafa Zarqa dari Universitas King Londong, yang melakukan suatu penelitian yang menjadi sebuah penelitian yang terpenting saat ini, dimana dengan penelitian ini Rima menyusun tesis untuk meraih gelar Master. Berbagai penelitian terhadap habbatussauda dilakukan di bawah bimbingan para dosen Inggris di laboratorium-laboratorium milik Universitas London. Penelitian tersebut sudah membuktikan adanya khasiat anti-bakteri dalam kandungan minyak jintan hitam ekstrak habbatussauda. Telah dilakukan pula beberapa penelitian guna mengetahui khasiat anti-inflamasi pada zat aktif dalam habbatussauda yang disebut thymoquinone. Rima juga pernah mengajukan disertasi dengan tema habbatussauda di Universitas Riyadh dengan hasil-hasil yang sangat positif.

Para ilmuwan juga telah menemukan bahwa habbatussauda mengandung dua jenis minyak di dalamnya yaitu: Minyak statis, yang dapat menjadi tidak mengandung khasiat yang signifikan dan Minyak atsiri, yang diduga menjadi sumber khasiat pengobatan alternatif dengan obat herbal habbatussauda.

Seorang Dosen Farmasi sekaligus Dekan Fakultas Farmasi di Universitas King Saud, Riyadh yang bernama Dr. Jaber Saleem mengatakan:

“Minyak Habbatussauda yang beredar di pasar-pasar Arab Saudi, tidak mengandung manfaat pengobatan yang berarti”.

Ia mengatakan, “Para pedagang dan produsen minyak habbatussauda melakukan pengeringan habbatussauda sebelum melakukan pressing/pemerasan. Sehingga, yang mereka peroleh adalah minyak statis, namum dengan kadar minyak atsiri yang sangat amat rendah. Hal tersebut disebabkan akibat kandungan minyak atsirinya telah menguap dalam proses pengeringan di bawah sinar matahari”.

Dr. Jaber Saleem menyarankan untuk tidak mengonsumsi atau menggunakan minyak statis, melainkan mengonsumsi habbatussauda dalam keadaan asli, sebab biji jintan hitam dari habbatussauda dapat ditumbuk dan digunakan langsung sesudah halus ditumbuk.  Ia juga menyarankan agar tidak membiarkan biji jintan hitam setelah ditumbuk, sebab minyak atsiri-yang merupakan zat aktif dalam habbatussauda- akan menguap setelah ditumbuk. Hasil tumbukan biji jintan hitam dapat digunakan bersamaan dengan madu atau diminum dengan air putih atau pun susu hal ini merupakan penggunaan terbaik lainnya.

Cara paling mudah dan praktis dalam mengonsumsi habbatussauda adalah dengan mengonsumsi habbatussauda yang telah diolah kedalam bantuk kapsul seperti HabbaSyifa.