Efek Habbatussauda dan Pengobatan Modern

Efek Habbatussauda dan Pengobatan Modern

Syifa Herbal Alami – Seperti yang sudah dibahas sebelum-sebelumnya, habbatussauda diketahui memiliki banyak khasiat dan manfaat serta beragam efek positif, salah satunya adalah efek farmakologis, dimana sudah ada beberapa penelitian secara ilmiah yang membuktikan bahwa pengobatan untuk manusia dan bahan percobaan pada tikus lab dengan menggunakan bubuk jintan hitam dari habbatussauda menimbulkan efek berupa pertambahan jumlah dan aktifiktas sel-sel kekebalan (imunitas), seperti Limfosit T Pembunuh; bakteri (fagositosis). Penelitian lainnya juga mengabarkan kemampuan bubuk habbatussauda untuk meningkatkan produksi dan pengeluaran air susu pada mamalia.

Efek Minyak Ekstrak Jintan Hitam Habbatussauda

Sudah ada berbagai macam uji coba yang membuktikan kemampuan minyak dari ekstrak jintan hitam habbatussauda dalam meningkatkan kinerja beberapa faktor yang dapat menambah kekebalan sel-sel limpatik, seperti dua jenis zat interleukin berikut yaitu: interleukin-1 dan interleukin-3. Serta kinerja yang serupa dalam meningkatkan aktivitas fagositosis; yang menambahkan kadar pengeluaran cairan asam lambung; sehingga timbulnya luka pada dinding permukaan lambung yang disebabkan dengan sengaja melalui pemeberian zat aspirin yang dimasukan pada tikus lab sebagai bahan percobaan. Di sisi lain, hal tersebut juga mengobati beberapa penyakit cacing usus yang terjadi pada kambing dan cacing pita pada anak-anak.

Efek Farmakologis Minyak Atsiri pada Habbatussauda

Ada banyak penelitian dan uji coba yang membuktikan bahwa minyak atsiri yang ada di dalam kandungan habbatussauda jika dikonsumsi dengan dosis yang sesuai mampu menimbulkan beberapa efek seperti berikut:

  1. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi serta menurunkan kecepatan detak jantung, sebab pengaruhnya meningkatkan aktivitas beberapa reseptor (biokimia) serotonin dalam otak.
  2. Melegakan saluran pernafasan serta memacu kontraksi pada tenggorokan melalui pengeluaran zat histamin.
  3. Meningkatkan pengeluaran asan urin yaitu penyebab terjadinya penyakit gout atau kelebihan asam urat yang dikeluarkan melalui urin.
  4. Dapat memusnahkan sejumlah bakteri jahat seperti salmonella serta beberapa jenis parasit dan cacing dalam usus.
  5. Merelaksasikan otot-otot usus dan mencegah terjadinya spasme atau kram yang ditimbulkan oleh beberapa zat kimia dalam otot.
  6. Menurunkan kadar glukosa atau gula dalam darah pada kelinci percobaan yang sehat maupun yang terkena penyakit kencing manis eksperimental, setelah diobati dengan 5 mg/kg yang diinjeksikan kedalam tubuhnya, tanpa pengaruh apapun terhadap kadar insulin dalam darah.
  7. Adapun zat phapaynin, yang telah ditemukan kegunaannya dalam memperlambat inflamasi eksperimental melalui pengeluaran zat hidrokortison dan memperlambat perkembangan sebagian bakteri, terutama yang berkaitan dengan inflamasi atau infeksi jerawat.
  8. Juga memiliki kemampuan untuk memperlambat perkembangan kanker hati pada tikus lab, serta meningkatkan pengeluaran lendir dari bronkus pada sebagian orang yang menderita penyakit paru-paru, khususnya yang sudah kronis.